(HH/Tim Humas – RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu)

Bandung – RSPR menyelenggarakan workshop Pengelolaan Arsip Dinamis dan Bimbingan Teknis Penggunaan Tata Naskah Dinas Elektronik pada Rabu-Jumat (30 Maret s.d 1 April 2022) di ruang pertemuan Asma Center Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung.

Acara ini merupakan kegiatan pendampingan dan pembinaan pengelolaan arsip dan tata naskah dinas elektronik di RSPR bersama Biro Umum Kementerian Kesehatan dan Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan. Peserta workshop merupakan perwakilan dari Koordinator, Sub Koordinator, Komite, SPI, dan staf perwakilan dari setiap unit kerja di RSPR.

Arsiparis Muda Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan, Anisa Febridani dalam paparannya menyampaikan, pengelolaan arsip merupakan kegiatan administrasi yang akan terus ada di dalam organisasi. Jadi kalau arsip tidak dikelola dengan baik maka arsip akan menumpuk dan tidak terkendali.

Sementara itu Arsiparis Ahli Pertama Biro Umum Kementerian Kesehatan, Adam Galih Gumilar mengatakan, TNDE bisa menyederhanakan birokrasi dan mempercepat proses administrasi surat menyurat ketika membutuhkan tanda tangan pimpinan. TNDE juga bisa memantau pergerakan disposisi apakah sudah diproses oleh pimpinan atau belum. Adam menjelaskan, TNDE ke depan akan migrasi ke aplikasi berbasis android yang dikembangkan Kementerian Kesehatan bernama SRIKANDI.

Peserta workshop mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Selain mendapatkan teori pengelolaan tentang arsip, TNDE, dan aplikasi SRIKANDI, peserta juga berkesempatan melaksanakan praktik tata kelola arsip dengan membawa contoh-contoh arsip di unit kerja masing-masing sesuai ketentuan dan regulasi.

Peserta juga melaksanakan simulasi uji coba praktik proses tata naskah dinas elektronik melalui aplikasi SRIKANDI dari mulai level Direktur, Koordinator, dan Subkoordinator.*

Leave a Reply