Menggunakan kerudung atau hijab bagi wanita muslimah itu memang diperintahkan dalam syariat agama islam. Dalam penggunaannya sekarang, berbagai model hijab sangatlah bervariasi.

Untuk menjadikan kerudung lebih bergaya, jarum pentul menjadi salah satu teman akrab bagi kerudung. Seringkali ketika hendak menggunakan jarum pentul digigit dimulut. Hal tersebut dapat berakibat fatal, karena jarum pentul sering tidak sengaja tertelan seperti apa yang telah dialami oleh salah satu pasien di RS Paru Dr. H.A. Rotinsulu.

Hal tersebut dikemukakan oleh dr. A. Peter Sjarief, Sp.BTKV (dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskuler di RS Paru. dr. H.A. Rotinsulu). Pada hari rabu (17/11) beliau telah melakukan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan jarum pentul yang tertelan dan menyakut di paru-paru pasien.

Berikut wawancara lengkap dengan dr. A. Peter Sjarief, Sp.BTKV  

Selamat pagi dok, kabarnya kemarin ada tindakan bedah toraks untuk mengeluarkan jarum pentul di paru-paru?

Jawab:

Selamat pagi, ya betul kemarin ada tindakan operasi bedah toraks untuk mengeluarkan benda asing (jarum pentul) dari paru2 kanan. Pasien a.n Ny. FC, usia 30 th, asal Subang, Jawa Barat.

Bagaimana kronologisnya jarum tersebut bisa masuk ke paru2?

Jawab:

Peristiwa terjadi 9 tahun yang lalu, yaitu tahun 2012 saat FC berusia 21 tahun. Ketika itu ybs menggigit jarum pentul saat membetulkan jilbabnya saat berkumpul bersama teman2nya.  Di tengah suasana gembira dan penuh canda, tanpa disengaja jarum pentul yang digigitnya tersebut tertelan. FC kemudian memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan diketahui bahwa jarum pentul tersebut berada di saluran nafas berdasarkan hasil ronsen dada. Alih-alih melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut, FC pergi ke pengobatan alternatif untuk mengeluarkan jarum tersebut. Meskipun tidak membuahkan hasil, pengobatan tidak dilanjutkan karena FC tidak merasakan keluhan apapun hingga Oktober 2021.

Sejak 1 bulan yll FC mengeluh gejala infeksi saluran nafas berulang diikuti batuk darah, yang menyebabkan FC berobat ke RSUD Subang kemudian dirujuk Ke RS Paru Dr.H.A.Rotinsulu (RSPR) Bandung.

Tindakan ini apakah kasus pertama? Atau memang sudah sering dilakukan?

Jawab:

Operasi untuk mengeluarkan benda asing ini adalah yang pertama dilakukan di RSPR, karena umumnya benda asing dapat dilakukan melalui tindakan intervensi Paru bila segera dikeluarkan dalam hitungan hari. Pada pasien ini, benda asing telah dicoba dikeluarkan dengan intervensi Bronkoskopi oleh dokter Paru namun tidak berhasil. Kejadian yang sudah terlalu lama (9 tahun) berlangsung menyebabkan timbulnya perlengketan pada jaringan saluran nafas paru2 di sekeliling jarum pentul tersebut.

Bagaimana tingkat kesulitan melakukan tindakan operasi tersebut?

Jawab:

Tingkat kesulitan operasi mengeluarkan jarum pentul yang sdh terlalu lama tentu saja lebih sulit dibandingkan kejadian yg baru terjadi. Jarum pentul mungkin masih bisa dikeluarkan tanpa operasi. Pada kasus ini, operasi dilakukan atas indikasi adanya infeksi sal nafas disertai batuk darah berulang yang bersumber dari sal nafas paru sebelah kanan. Kesulitan operasi ini seharusnya tidak berbeda dengan operasi2 paru pada umumnya, namun karena telah terjadi infeksi jaringan paru, maka timbul reaksi radang dan perlengketan sehingga jarum sulit dikeluarkan. Kesulitan tambahan pada operasi ini adalah lebih besarnya risiko perdarahan karena masalah perlengketan.

Apakah operasinya berhasil, dok? Berapa lama waktu operasinya?

Jawab:

Operasi berlangsung relatif lancar selama +/-3 jam. Pasien masuk rawat inap H-2 operasi untuk menjalani pemeriksaan-pemeriksaan penunjang persiapan operasi, dan dilanjutkan dengan konsultasi kepada dokter-dokter dalam Tim Operasi. Operasi dilakukan pada hari ke-3 perawatan. Operasi dimulai dari proses pembiusan, kemudian dilanjutkan mengangkat 1(satu) lobus/bagian paru dimana jarum pentul tsb tersangkut selama ini yaitu lobus bawah paru kanan. 2 lobus lainnya di paru kanan dalam keadaan baik. Selesai operasi pasien dalam kondisi baik dan bisa masuk ruang perawatan intensif/ICU tanpa bantuan alat bantu nafas/ventilator.

Biasanya diperlukan waktu pemulihan berapa hari dok?

Jawab:

Umumnya diperlukan waktu perawatan 8-10 hari di RS, dengan catatan tidak ada komplikasi yg terjadi selama perawatan. Pasien selanjutnya menjalani rawat jalan selama 2 minggu sampai ybs bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Bagaimana jika tidak dilakukan tindakan operasi? Apakah berdampak buruk?

Jawab:

Bila tidak dilakukan operasi tentunya akan berdampak buruk bagi kesehatan pasien secara umum, karena efek benda asing pada saluran nafas paru selama kurun waktu 9 tahun terakhir, berakibat kerusakan pada salah satu bagian (lobus inferior) jaringan paru sehingga terjadi infeksi dan batuk darah berulang.

Apakah ada efek terhadap fungsi kerja paru2 pasien ke depannya?

Jawab:

Secara umum akan terjadi penurunan fungsi paru pada masa awal2 pemulihan pasca operasi, namun tubuh pasien akan sedikit demi sedikit beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Secara anatomis, rongga dada sisi kanan akan terisi oleh sisa 2 (dua) bagian/lobus paru2 yang dalam keadaan normal. Aktifitas fisik pasien akan pulih seperti biasa dalam waktu 1 bulan pasca operasi.

Demikian hasil wawancara Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSPR dengan dr. A. Peter Sjarief, Sp.BTKV. Semoga kejadian tersebut tidak berulang pada sobat paru. Jadi selalu hati-hati dalam menggunakan jarum pentul. Lebih baik sobat paru menyediakan tempat seperti busa spons untuk menyimpan sementara jarum pentul.

Bila terjadi kejadian tersebut harus segera dibawa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat agar segera diberikan penanganan dengan cara yang tepat. (Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSPR)

Leave a Reply