Oleh: Heri Heryana, S.I.Kom

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya menyukseskan vaksinasi kepada masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penularan covid 19. Kali ini Indonesia menerima vaksin Johnson & Johnson atau dikenal dengan vaksin Janssen dari pemerintah Belanda.

Mengutip laman website kemenkes.go.id pemerintah Indonesia menerima 500 ribu dosis vaksin janssen pada 13 September 2021 dari pemerintah Belanda melalui skema kerja sama bilateral. Dikatakan duta besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns pemerintah Belanda akan kembali menambah dosis vaksin di minggu-minggu berikutnya sebanyak 3 juta dosis vaksin.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbowono pemerintah saat ini sudah menyuntikan vaksin sebanyak 112 juta dosis per tanggal 10 September 2021. Dante berharap pemerintah bisa menargetkan 2 juta dosis vaksin per hari. Masyarakat diharapkan tidak perlu pilih-pilih vaksin karena sejauh ini program vaksinasi yang sudah banyak berjalan aman-aman saja baik itu sinovac, moderna, pfizer, dan lain sebagainya. ”Tidak usah pilih-pilih vaksin. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini. Jika kita menunda vaksinasi akan berdampak lebih parah pada kondisi tubuh jika terkena COVID-19,” ucap Dante.

Apa itu vaksin Janssen?

Vaksin Johnson & Johnson atau dikenal dengan nama Vaksin Janssen merupakan vaksin produksi Janssen Pharmaceutical Companies of Johnson & Johnson. Vaksin Janssen membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi secara defensif saat berhadapan dengan virus covid 19 melalui modifikasi adenovirus dengan tipe tertentu yang menciptakan materi genetic untuk memicu munculnya spike yang menjadi cirri khas covid 19.

Diberikan dalam 1 suntikan

Vaksin Janssen diberikan dalam 1 kali suntikan melalui injeksi intramuscular (IM) dengan dosis vaksin 0,5 ml. Vaksin ini diberikan pada masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Bagi masyarakat dengan keluhan penyakit tertentu (komorbid, autoimun, atau penyakit lainnya) disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, misalnya:

  1. Mengalami demam
  2. Mempunyai alergi
  3. Ibu menyusui
  4. Mempunyai riwayat kelainan darah
  5. Ibu hamil
  6. Memiliki riwayat autoimun.
  7. Sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Efektifitas Vaksin 66 s.d 85%

Berdasarkan informasi Johnson & Johnson sebagaimana dikutip laman sehatq.com efektivitas vaksin buatan mereka dalam mencegah gejala Covid-19 berkisar antara 66-85 persen. Hasil tersebut bisa dirasakan setelah 28 hari setelah vaksinasi.Dari hasil uji klinis fase 3 pada 28 hari setelah pelaksanaan vaksinasi, efikasi vaksin Janssen dalam mencegah berbagai gejala Covid-19, yakni sebesar 67,2%. Sementara, efikasi untuk mencegah gejala Covid-19 rentang sedang hingga berat pada orang di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1%.

Melansir laman sehatq.com masyarakat tetap erlu memperhatikan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) mulai dari resiko ringan atau pun sedang . Apa saja gejala yang harus diperhatikan bagi masyarakat setelah mendapatkan vaksin Janssen?

  1. Demam
  2. Merasa lelah
  3. Demam
  4. Sakit Kepala
  5. Nyeri sendi
  6. Muntah
  7. Mual
  8. Diare

Sumber Referensi:

  1. https://www.sehatq.com/artikel/mengulik-efektivitas-vaksin-johnson-johnson-cegah-covid-19-dalam-sekali-suntikan
  2. https://www.kemkes.go.id/article/view/21091100002/vaksin-johnson-johnson-tiba-di-indonesia.html
  3. https://www.kemkes.go.id/article/view/21091200001/wamenkes-dante-minta-masyarakat-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19.html

Leave a Reply