Bandung (7/10) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau pelayanan kesehatan TB di RSPR (Rumah Sakit Paru Dr. H. A Rotinsulu Bandung), Kamis 7 Oktober 2021.

            Dalam kunjungannya, Menko PMK menyampaikan salah satu program penting yang saat ini ditargetkan pemerintah Indonesia adalah Eliminasi TB tahun 2030. Sehingga pemerintah saat ini sedang menyiapkan aturan-aturan yang lebih implementatif untuk tercapainya eliminasi TB tahun 2030. “Kita akan cari cara-cara yang tepat yang manjur dalam menyelesaikan masalah TB di Indonesia’’, ujar Menko.

            Program Eliminasi TB Tahun 2030 sendiri merupakan target dan strategi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia. Bagaimana pun TB masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang cukup kompleks dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Berdasarkan laporan global TBC tahun 2020 sebagaimana dilansir kontan.co.id Indonesia masih menjadi tiga negara dengan beban TB terbesar di dunia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia diperlukan upaya penanggulangan TB yang komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan.

            Setidaknya ada enam strategi nasional dalam rangka Eliminasi TB 2030, yaitu 1) Penguatan komitmen dan kepemimpinan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota; 2) Peningkatan akses layanan kesehatan TB yang bermutu dan berpihak pada pasien; 3) Intensifikasi upaya kesehatan dalam rangka penanggulangan TBC; 4) Peningkatan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang penanggulangan TBC; 5) Peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan, dan peran multisektor lainnya dalam penanggulangan TBC; dan 6) Penguatan manajemen program.

            Sebagai UPT Vertikal Ditjen Pelayanan Kesehatan RI, RSPR tentu berkomitmen penuh dalam mendukung program pemerintah Eliminasi TB Tahun 2030 melalui Kementerian Kesehatan. Selain edukasi optimal dan berkelanjutan kepada pasien TB dan keluarga, RSPR juga melakukan medical chek up (MCU) rutin bagi pegawai dalam rangka screening TB. “Kita lakukan MCU rutin bagi pegawai 1 tahun sekali untuk screening pencegahan penularan TB’’, ujar Plt Direktur Utama RSPR, Dr. drg. Maya Marinda Montain, M.Kes.

            Dr. drg. Maya Marinda Montain, M.Kes menjelaskan bahwa RSPR merupakan Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat 3 (PPK 3) dan concern-nya lebih kepada kuratif dan rehabilitatif yaitu upaya pengobatan dan pemulihan. Kalau upaya preventif untuk sebaran TB di keluarga memang lebih tepat di Puskesmas. “Harapannya 2030 angka TB di Indonesia bisa tuntas (zero growth)”, ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Menko PMK Muhadjir Effendy beserta rombongan tim melakukan serah terima secara simbolis bantuan untuk tenaga kesehatan berupa Masker KN 95 sebanyak 500 pcs dan masker medis sebanyak 2.000 pcs. Bantuan secara simbolis diterima oleh Plt Direktur Utama RSPR, Dr. drg. Maya Marinda Montain, M.Kes. (Heri/Tim Humas&Promkes RSPR)

Leave a Reply