PENGANTARPROFILELAYANAN UNGGULANTIM LAYANANFASILITAS PERALATANKINERJA PELAYANANPENELITIAN & PUBLIKASIJEJARING RS MITRAAGENDA KEGIATAN ILMIAHAKSESIBILITASCARA MERUJUK

Pengantar Layanan Biomolekuler

Biologimolekular tergolong relative masih baru tetapi Biologimolekular telah mengalami perkembangan yang sangat pesat semenjak tiga dasawarsa dan Biologimolekular sudah banyak berperan pada bidang kesehatan. Analisanya diperlukan dalam mengungkap fungsi gen terkait awitan penyakit genetic, interaksi dalam metabolisme gen, atau identifikasi hubungan genetic, identifikasi DNA, serta kelainan/mutasi genetik. Pemeriksaan Biomolekular sudah banyak dilakukan pada berbagai macam penyakit, baik penyakit infeksi maupun non infeksi. Pada penyakit infeksi, peran Biologimolekular adalah menemukan agen penyebab penyakit tersebut sedangkan pada penyakit non infeksi misalnya keganasan, pemeriksaan Biologimolekular berperan penting pada penemuan mutasi sel, menilai ekspresi gen atau produk gen yang terkait dengan keganasan tersebut. Peranan pemeriksaan Biomolekular bukan saja sebagai penunjang diagnosis, tetapi hasil dari pemeriksaan Biologimolekular dapat turut menentukan target terapi atau terapi target khusus penyakit non infeksi terutama pada keganasan.

Profile Biomolekuler

Profile Layanan Biomolekular

Pemeriksaan Biomolekular di Instalasi Laboratorium RS Paru dr. H. A. Rotinsulu sudah mulai dirintis sejak tahun 1999. Dengan kekhususan RS Paru dr. H. A. Rotinsulu maka pemeriksaan Biomolekular yang banyak dilakukan adalah pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) M.TB dengan metode konvensional dan alat-alat yang digunakan saat itu banyak merupakan rakitan. Tahun-tahun selanjutnya Biomolekular makin berkembang dengan terpenuhinya alat-alat yang cukup canggih. Sampai saat ini Pemeriksaan Biomolekular yang dapat dilakukan di Inst. Laboratorium adalah PCR-M.TB dan Resistensi terhadap obat anti tuberculosis (OAT) Lini 1 yaitu Rifampisin. Sesuai dengan Visi RS Paru dr. H. A. Rotinsulu sebagai RS Paru Rujukan Nasional tahun 2019 maka pemeriksaan Biomolekular terus dikembangkan. Tahun 2018 akan dikembangan pemeriksaan PCR-MTB dengan resistensi OAT Lini 2 dan pemeriksaan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR). Pemeriksaan ini terkait dengan makin banyaknya kasus karsinoma Paru terutama jenis Adenocarsinoma di RS Paru dr. H. A. Rotinsulu.

Layanan Biomolekuler

Layanan Biomolekuler

Layanan Pemeriksaan Biomolekular yang bisa dilakukan di RS Paru dr. H. A. Rotinsulu adalah PCR-M.TB  dan Resistensi terhadap obat anti tuberculosis (OAT) Lini 1.

Tahun 2018 akan dikembangan pemeriksaan PCR-MTB dengan resistensi OAT Lini 2 dan pemeriksaan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR)

Tim Biomolekuler

Tim Layanan Biomolekular

Penanggung Jawab Inst. Laboratorium:dr. IrmawantySetiaputri, dr., SpPK., MKes
Penanggung Jawab Laboratorium Biomolekular:Vitri Dwiastuti, M.Si
Pelaksana:Umun Rusmana, S.Si
Rika Rostikawati, A.Md. AK
Dewi Listiani, A.Md. AK
Mutianingrum, A.Md. AK

Fasilitas Biomolekuler

Fasilitas dan Peralatan Layanan Biomolekular

Kinerja Biomolekuler

Kinerja Layanan Biomolekular

Penelitian Biomolekuler

Mohon maaf, Penelitian dan Pubilkasi Biomolekuler untuk saat ini masih belum ada.

Jejaring RS Mitra

RS Mitra yang merujuk pasien dalam Pelayanan kesehatan paru di Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung :

1. RSAU dr. M. Salamun Bandung
2. RS Advent Bandung
3. RS Al Islam
4. RS Al ihsan
5. RS Santo Yusuf
6. RSUD SOreang
7. RSUD Sumedang
8. RSUD Cibabat Cimahi
9. RSUD Subang
10. RSU Pindad
11. RS Immanuel
12. RSUD Majalaya
13. RSUD Cicalengka
14. RSUD Ciamis
15. RS Rajawali
16. RS Dustira

Kegiatan Biomolekuler

           Agenda Kegiatan Ilmiah terkait dengan layanan kesehatan yang berada di RS Paru Dr.H.A Rotinsulu, rutin diselenggarakan secara berkala  setiap tahunnya, pada tahun 2017 ini RS Paru Dr.H.A Rotinsulu telah menyelenggarakan seminar tentang kanker paru bagi para klinisi yang berada di Fasilitas Kesehatan Primer khususnya Puskesmas di Kota Bandung pada tanggal 1 Februari 2017. Kemudian pada tanggal 1 April 2017 RS Paru Dr.H.A Rotinsulu kembali mengadakan kegiatan serupa yaitu seminar yang bertajuk “Lung Cancer Diagnostik Multidiciplinary-LEAD” yang pesertanya merupakan para klinisi di Fasilitas Kesehatan Sekunder se-Jawa Barat. Seminar ini dihadiri tidak kurang dari 80 RS Fasilitas Sekunder se-Jawa Barat, kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi bagi para klinisi di RS Fasilitas Sekunder tersebut seputar penanganan kanker supaya dimasa yang akan datang tidak terjadi keterlambatan pengobatan baik di Fasilitas Kesehatan Primer maupun sekunder.

             Ketua Panitia Seminar dr.Reza Kurniawan, Sp.P.,FCCP mengatakan di era Jaminan Kesehatan Nasional ini, pasien perlu memahami bahwa pasien tidak bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan di PPK 3 (Fasilitas Kesehatan Tersier) kecuali dalam kondisi gawat darurat, melainkan melalui sistem kesehatan berjenjang yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Melalui acara smeinar untuk para klinisi ini, kami ingin mengedukasi agar para klinisi di PPK 1 dan PPK 2 jangan sampai terlambat dalam memberikan pengobatan. PPK 1 dalam hal ini puskesmas dan klinik mempunyai keterbatasan dalam hal peralatan diagnostik dan modalitas terapi, sebagai dokter dibutuhkan kejelian klinis. Jika bukan kasus yang mereka sangka segera rujuk ke PPK2 untuk dilanjutkan prosedur diagnostiknya.

             Pada simposium kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan keilmuan mengenai pengobatan kanker terbaru, mereka pun mendapatkan pembekalan pelatihan dari sisi diagnostik seperti Biopsi transtorkal, needle biospy, core biospy dan lainnya. Tidak hanya itu, peserta akan dilatih untuk lebih fasih melakukan bronchoscopy, mengetahui bagaimana slide sel yang sudah menjadi ganas dan melihat langsung tindakan USG Guide biopsi dan CT Guide Biopsi. Pelatihan-pelatihan tersbeut dilakukan di hari kedua yaitu pada tanggal 2 April 2017. Pada hari pertama peserta diberi ilmu melalui seminar, sedangkan hari kedua dilatih baik secara radiologi, patologi anatomi dan dari dokter parunya. Sehingga pelatihan ini diberikan secara komperhensif dengan harapan agar dapat diterapkan di RS nya masing-masing.

             Hal tersebut dilakukan guna mengasah kemampuan dan kompetensi peserta melakukan biopsi dan penegakan diagnosa. Apabila sudah tegak, secepatnya dirujuk ke PPK 3 (Fasilitas Kesehatan Tersier) dalam hal ini RS Paru Dr.H.A Rotinsulu untuk segera ditangani secara cepat, tepat dan akurat. Pada saat ini pengobatan kanker sudah masuk di tingkat biomolekuler, sel langsung diteliti secara sifat, kemudian dilihat apa yang harus dihambat dan gen apa yang berperan. Pengobatan kanker akan menuju kepada tailorized medicine, yaitu pengobatan terhadap pasien A bisa berbeda  dengan pengobatan pada pasien B. Ini terjadi karena setiap orang memiliki keunikan masing-masing dan profil gen yang juga berbeda.Hal tersebut juga membuat kecocokan pasien terhadap obat-obatan berbeda. Kini ,pengobatan kanker yang tengah berkembang adalah imunoterapi. Dengan imunoterapi, pasien diberikan pengobatan dengan menggunakan imunitas dari pasien tu sendiri

Rute Ke RSPR

Cara Merujuk

Untuk merujuk pasien ke RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu hal yang harus dilakukan sebagai berikut :

Umum :

  1. Membawa surat pengantar pemeriksaan dari perujuk
  2. Bila tidak membawa surat rujukan, konsultasi di polikinik DPJP Spesialis Paru
  3. Melakukan pendaftaran ke loket rawat jalan
  4. Melakukan pembayaran di loket bank Mandiri
  5. Mendapatkan pelayanan paru

BPJS :

  1. Membawa pengantar pemeriksaan dari perujuk
  2. Daftar ke loket rawat jalan untuk mendapatkan surat jaminan
  3. Mendapatkan pelayanan paru

Leave a Reply