Bandung (26/10) – Perubahan untuk menuju pelayanan publik yang lebih baik bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Tapi, apabila sudah menjadi kebiasaan maka sesuatu itu akan menjadi hal yang mudah. Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati, MKM pada Pelatihan Pelayanan Publik Selasa, 26 Oktober 2021 di gedung pertemuan Asma Center Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung (RSPR).

Pelatihan ini merupakan kerja sama Bagian SDM dan Diklit RSPR dengan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Acara ini diikuti oleh sekitar 30 pegawai RSPR dari berbagai profesi frontline baik yang langsung berhubungan dengan pasien rumah sakit maupun yang tidak langsung. Peserta dipilih dari perwakilan berbagai profesi, diantaranya dokter spesialis, dokter umum, perawat, radiografer, nutrisionis, pranata laboratorium kesehatan, customer service officer, staf administrasi pendaftaran pasien, satpam, cleaning service, petugas parkir, dan profesi lainnya.

drg. Widyawati yang juga merangkap Anggota Dewan Pengawas RSPR mengatakan di era persaingan bisnis sekarang ini pelayanan publik yang baik menjadi modal utama instansi rumah sakit untuk bisa berkompetisi, tidak hanya sesama rumah sakit milik pemerintah tapi juga dengan rumah sakit swasta. Ia menambahkan, bahwa pelayanan publik di rumah sakit hari ini harus bisa mencontoh pelayanan di bank. Menurutnya, pegawai pemerintahan sulit berubah karena terlalu lama berada di zona nyaman dan jauh dari ancaman pemberhentian/ pemecatan. Hal ini sangat berbeda dengan pegawai di perusahaan swasta yang setiap harinya menghadapi kompetisi untuk selalu memberikan performance kerja terbaik agar selalu dipertahankan oleh perusahaan tempat mereka bekerja apalagi untuk pekerja-pekerja di bawah perusahaan pihak outsourcing.

Sesi kedua pelatihan, peserta pelatihan menerima materi Interaksi Pelayanan Publik Berbasis Video Tutorial Interaksi Pelayanan Publik yang disampaikan oleh staf Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Busroni, S.IP dan Prawito, SKM., MM. Dalam sesi kedua ini, peserta pelatihan menonton tutorial video pelayanan publik dari beragam profesi pelayanan yang sudah disiapkan. Peserta kemudian melakukan simulasi dan praktek untuk kemudian dibahas dalam forum diskusi antar peserta pelatihan.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSPR, dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, MM., MARS menyampaikan, setelah pelatihan ini diharapkan pelayanan publik di RSPR bisa semakin berubah ke arah yang lebih baik. Dengan pelayanan publik yang lebih baik dan berkualitas tentu akan menjadikan pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik. “Utamanya pasien juga akan senang berobat ke rumah sakit kita, dan kesejahteraan tentu saja akan meningkat”, ujarnya.***(Heri & Tim Humas/Promkes RSPR)

Leave a Reply